Peta Jalan Penelitian dan Pengabdian

PETA JALAN PENELITIAN dan PENGABDIAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
2017-2020

Pendahuluan

Dalam tradisi akademiknya, UKSW menjalankan tiga fungsi besar, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pada mulanya, fungsi yang pertama, sebagaimana perguruan tinggi yang lain, lebih mendapatkan penekanan. Kalaupun dilaksanakan, fungsi kedua dan ketiga lebih bersifat sebagai pelengkap atau insidentil. Idealnya, pendidikan dan pengajaran dan pengabdian masyarakat hendaknya bersumber dari hasil penelitian atau kajian ilmiah. Paradigma inilah yang berusaha diubah.

Dalam menyikapi perubahan tersebut adalah tidak mudah. Perubahan mentalitas adalah kuncinya. Berdasarkan hal itu, maka perubahan harus dimulai dengan merancang arahan, pedoman, dan program kerja yang dapat mengarahkan semua pemangku kepentingan di aras Universitas, Fakultas dan Prodi serta kelompok Peneliti untuk dapat bergerak dalam irama yang sama.

Keberadaan peta jalan penelitian di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan ini adalah terjemahan dari Rencana Induk Penelitian Universitas Kristen Satya Wacana 2015-2045.

Fokus riset dan pengabdian masyarakat

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), sejak tahun 2016 telah memutuskan 4 bidang yang menjadi fokus penelitian dan juga pengabdian masyarakat. Keempat bidang itu adalah:

  1. Kesehatan masyarakat dan publik
  2. Penyakit kardiometabolik
  3. Kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis
  4. Inovasi pangan

Area penelitian dan pengabdian masyarakat

Secara umum, seluruh wilayah Indonesia menjadi area penelitian dan pengabdian masyarakat, namun secara khusus FKIK sudah memiliki daerah binaan yang meliputi:

  1. Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
  2. Kota Tomohon, Sulawesi Utara
  3. Kabupaten Getasan, Jawa Tengah

Berikut adalah peta jalan dari masing-masing riset fokus yang ada di FKIK UKSW

PETA JALAN RISET FOKUS KESEHATAN MASYARAKAT DAN PUBLIK

  1. Rasional
    Fokus terhadap kebjakan publik dan kesehatan masyarakat menjadi penekanan karena pembangunan kesehatan Indonesia merupakan upaya semua komponen bangsa. Individu individu yang sehat di dalam masyarakat  merupakan suatu investasi Sumber Daya Manusia (SDM), dimana SDM yang sehat kemudian berkontribusi dalam setiap usaha pembangunan dan pengambangan dalam negara. Besarnya masalah kesehatan masyarakat sudah menjadi kekhawatiran pemerintah Indonesia dan menjadikan kesehatan masyarakat sebagai fokus dalam Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019.
    Penekanan terhadap kesehatan masalah juga terlihat dari beberapa dokumen Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang menggambarkan Angka Kematian Bayi (AKB) yang tinggi yaitu 32/1000 kelahiran hidup (KH)  pada 2012; Angka Kematian Ibu (AKI) yang tinggi 305/100.000 KH pada tahun 2015; dan juga tingginya prevalensi penyakit menular di Indonesia diantaranya Infeksi Paru karena Tuberculosis yang pada tahun 2013 mencapai 297/100.000 penduduk , HIV yang mencapai 0.46% dari seluruh warga Indonesia dan sebaran penyakit malaria yang masih ada di 204 Kabupaten di Indonesia.
  2. Tujuan
    1. Menghasilkan pemahaman mendasar mengenai implementasi kebijakan publik dan kesehatan masyarakat
    2. Mengembangkan penelitian yang inovatif dan aplikatif terkait dengan kebijakan publik dan kesehatan masyarakat
    3. Mengembangkan tool/model/produk terkait kebijakan publik dan kesehatan masyarakat
    4. Menghasilkan nationally accredited dan internationally high-quality research
  3. Isu
    1. Sistem Kesehatan dan Kebijakan Kesehatan
    2. Kesehatan Ibu dan perkembangan neonatal
    3. Tumbuh kembang anak
    4. Penyakit menular
    5. Kajian Budaya dan Antropologi Kesehatan
  4. Dimensi
    1. Epidemiologi
    2. Layanan Kesehatan
    3. Perilaku kesehatan
  5. Matrik cakupan penelitian
    Health Issues Sistem Kesehatan dan Kebijakan Kesehatan Kesehatan Ibu dan perkembangan neonatal Tumbuh kembang anak Penyakit menular Kajian Budaya dan Antropologi Kesehatan
    (i)     Pendalaman masalah dan Epidemiologi Tahun 1,2 Tahun 1,2 Tahun 1,2 Tahun 1,2 Tahun 1,2
    (ii)   Pengembangan Model /Tools Tahun 3,4 Tahun 3,4 Tahun 3,4 Tahun 3,4 Tahun 3,4
    (iii)  Pengujian Model Tahun 4,5 Tahun 4,5 Tahun 4,5 Tahun 4,5 Tahun 4,5
    (iv)  Uji Coba Implementasi Model/ Tools          
  6. Fokus penelitian
    1. Membangun basis data epidemiologis sebagai data dasar dan pendalaman masalah
    2. Pengembangan Model/ Tool intervensi kesehatan Masyarakat
Health Issues Epidemiologi, layanan kesehatan dan prilaku kesehatan

 

Pengembangan Model/Tools Pengujian Model/Tools Uji coba implementasi Model/Tools
(1)   Sistem Kesehatan dan Kebijakan Kesehatan (1)        Data dasar Elaborasi Kebijakan

(2)        Data dasar Implementasi kebijakan

 

(1)   Identifikasi intervensi

(2)   Identifikasi model/tools yang dapat dikembangkan

(3)   Pengembangan Model/Tool

(1)   Uji Tool dengan grup kontrol

(2)   Evaluasi uji tool

(3)   Pengembangan tool berdasarkan evaluasi uji

(1)   Uji coba implementasi model/tool

(2)   Pengembangan sesuai hasil uji coba

(3)   Penerapan model/tool

(ii)   Kesehatan  Ibu dan perkembangan neonatal (1)    Data dasar kesehatan Ibu  dan neonatal

(2)    Identifikasi Masalah Kesehatan Ibu

(1)   Identifikasi intervensi

(2)   Identifikasi model/tools yang dapat dikembangkan

(3)   Pengembangan Model/Tool

(1)   Uji Tool dengan grup kontrol

(2)   Evaluasi uji tool

(3)   Pengembangan tool berdasarkan evaluasi uji

(1)    Uji coba implementasi model/tool

(2)    Pengembangan sesuai hasil uji coba

(3)    Penerapan model/tool

(iii)  Tumbuh kembang anak (1)    Data dasar tumbuh kembang anak

(2)    Identifikasi Masalah kesehatan anak

(1)  Identifikasi intervensi

(2)  Identifikasi model/tools yang dapat dikembangkan

(3)  Pengembangan Model/Tool

(1)  Uji Tool dengan grup kontrol

(2)  Evaluasi uji tool

(3)  Pengembangan tool berdasarkan evaluasi uji

(1)   Uji coba implementasi model/tool

(2)   Pengembangan sesuai hasil uji coba

(3)   Penerapan model/tool

(iv)  Penyakit menular (1)   Data dasar epidemiologi penyakit menular

(2)   Identifikasi penyakit menular

(1)   Identifikasi intervensi

(2)   Identifikasi model/tools yang dapat dikembangkan

(3)   Pengembangan Model/Tool

(1)   Uji Tool dengan grup kontrol

(2)   Evaluasi uji tool

(3)   Pengembangan tool berdasarkan evaluasi uji

(1)   Uji coba implementasi model/tool

(2)   Pengembangan sesuai hasil uji coba

(3)   Penerapan model/tool

(v)   Kajian Budaya dan Antropologi Kesehatan (1)   Data dasar issue budaya dalam kesehatan

(2)   Identifikasi masalah/pertanyaan penelitian terkait budaya dan kesehatan

(1)   Identifikasi intervensi

(2)   Identifikasi model/tools yang dapat dikembangkan

(3)   Pengembangan Model/Tool

(1)   Uji Tool dengan grup kontrol

(2)   Evaluasi uji tool

(3)   Pengembangan tool berdasarkan evaluasi uji

(1)   Uji coba implementasi model/tool

(2)   Pengembangan sesuai hasil uji coba

(3)   Penerapan model/tool

PETA JALAN RISET FOKUS PENYAKIT KARDIOMETABOLIK

  1. Rasional
    Secara global, tidak terkecuali Indonesia, seiring dengan perkembangan sosial ekonomi dan budaya masyarakat, transisi kesehatan dari penyakit infeksi ke penyakit tidak menular sedang berlangsung intensif. Keadaan ini menempatkan Penyakit Metabolik dan Arthritis (Hiperurisemia, Gout, Tekan Tinggi, Atherosklerosis, Strok, Diabetes melitus tipe 2, Batu & Gagal Ginjal) dalam frontiers persoalan kesehatan.
  2. Tujuan
    1. Menghasilkan pemahaman mendasar mengenai epidemiologi, patogenesis, patofisiologi, mekanisme molekuler penyakit Metabolik & Arthritis.
    2. Mengembangkan sejumlah opsi pencegahan dan intervensi dalam pengelolaan persoalan penyakit metabolik dan persendian.
    3. Menghasilkan nationally accredited dan internationally high-quality research
  3. Isu
    1. Hipertensi, Atherosklerosis dan Strok
    2. Hiperurisemia, Gout Arthritis dan Penyakit Kardiometabolik
    3. Diabetes Mellitus Tipe-2
  4. Dimensi
    1. Epidemiologi
    2. Genetika & Biologi Molekuler
    3. Biokimia, Fisiologi & Farmakologi
    4. Lifestyle: Food Consumption & Physical Activities
    5. Pencegahan
    6. Intervensi Medik
    7. Care dan Rehabilitasi
    8. Kebijakan
  5. Matrik domain penelitian
    Health Issues Basic Research Infrastructure

    Pengembangan

    metode

     

    Epidemiol (Getasan, Minahasa, Timor, Papua) Genet &

    Biomol

    Biokim., Fisiol. dan Farmakol. Food Behaviour Lifestyle: Food Behaviour & Physical Activities
    (1)      Hipertensi, Aterosklerosis dan Strok (2)  Antropometrik

    (3)  (Bio)kemis

    (4)  Patologi klinis

    (1)   General Health Database

    (2)   Diseases Specific

     

    1.Family linked analysis

    2.Genetic assosiation

    3.Komponen dan mekanisme

    1.  Indikator patofisiologis

    2.  Penggunaan obat

    3.  Mode of action

    4.  Drug selection and dev.

    1. General

    2. Specific to the disease

    (1)   WHO standard

    (2)   Disease-specific

    (2)        UA, Hiperurisemia, Gout Arthritis dan Penyakit Kardiometabolik (3)    Antropometrik

    (4)    (Bio)kemis

    (5)    Patologi klinis

    (1)   General Health Database

    (2)   Diseases Specific

     

    1.Family linked analysis

    2.Genetic assosiation

    3.Komponen dan mekanisme

    1.  Indikator patofisiologis

    2.  Penggunaan obat

    3.  Mode of action

    4.  Drug selection and dev.

    1. General

    2. Specific to the disease

    (1)   WHO standard

    (2)   Disease-specific

    (3)        Diabetes (4)    Antropometrik

    (5)    (Bio)kemis

    (6)    Patologi klinis

    (1)   General Health Database

    (2)   Diseases Specific

    1.Family linked analysis

    2.Genetic assosiation

    3.Komponen dan Mekanisme

    1.  Indikator patofisiologis

    2.  Penggunaan obat

    3.  Mode of action

    4.  Drug selection and dev.

    1. General

    2. Specific to the disease

    (1)   WHO standard

    (2)   Disease-specific

  6. Fokus penelitian
    1. Sub-Peta Jalan 1
      Pengembangan Basic Research Infrastructure (Methods & Laboratory Support)
    2. Sub-Peta Jalan 2:
      Penyusunan basis data epidemiologis dan klinis Populasi Sasaran
    3. Sub-Peta Jalan 3:
      Identifikasi dan analisis hubungan komponen-komponen genetik dan molekuler
    4. Sub-Peta Jalan 4:
      Drug: Biokimia, Fisiologi dan Farmakologi
    5. Sub-Peta Jalan 5
      Food Behaviour
    6. Sub-Peta Jalan 6:
      Aktivitas Fisik

PETA JALAN RISET FOKUS KESEHATAN MENTAL DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS

  1. Rasional
    Kesehatan mental di Indonesia sudah lama diabaikan. Sekalipun sebenarnya diyakini bahwa faktor lingkungan, baik itu sosial, politik, iklim, ekologi dan ekonomi memberi dampak pada kondisi kesejahteraan psikososial masyarakat. Di banyak bagian di negeri ini, untuk sekian lamanya, masih banyak penduduk yang hidup dan tinggal di wilayah yang sulit, baik itu dikarenakan adanya konflik sosial, kemiskinan dan juga bencana alam. Terdapat jumlah masyarakat Indonesia yang cukup besar yang mengalami gangguan kejiwaan, mulai dari yang ringan sampai berat. Riskesdas 2007 mencatat pravalensi penduduk Indonesia berusia > 15 tahun yang mengalami gangguan mental emosional sebanyak 11,6%. Gangguan mental emosional adalah situasi yang mengindikasikan adanya perubahan emosional pada seseorang, yang berpotensi berkembang menjadi  patologis, jika dibiarkan tanpa adanya penanganan. Dicatat bahwa penduduk di Pedesaan lebih banyak yang mengalami gangguan ini dibanding penduduk di Perkotaan. Di sisi lain, pada Riskesdas 2013, terjadi penurunan penduduk Indonesia yang mengalami gangguan mental emosional, yaitu 6,0% dengan penduduk perkotaan yang lebih banyak ketimbang penduduk pedesaan.
    Untuk gangguan jiwa berat (psikosis), Riskesdas 2007 mencatat pravalensinya adalah 4,6%, dan menurun saat Riskesdas 2013 dilaksanakan yaitu 1,7% (tapi masih sekitar 14,3% penderita yang dipasung) Sekalipun terjadi penurunan, upaya untuk mengembangkan layanan yang berkelanjutan bagi penderita gangguan mental tetap mengandung masalah, khususnya berkenaan dengan keterbatasan sistem kesehatan mental dari negara terkait. Indonesia adalah negara yang memiliki psikiater dan spesialis kesehatan mental serta jumlah tempat tidur psikiatrik/layanan rawat inap yang terkecil di antara negara-negara Asia Tenggara. Indonesia hanya unggul dari negara Papua New Guinea, Kamboja dan Laos. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang bekerja di layanan kesehatan umum, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang minim sehubungan dengan identifikasi dan penanganan gangguan jiwa.
  2. Tujuan
    1. Mengindentifikasi akar permasalahan yang terjadi. Penanganan yang tepat didasari pada pengidentifikasian akar persoalan yang tepat. Untuk itu diperlukan kerangka analisa yang tepat dan presisi dengan mempertimbangkan semua aspek. Untuk itu pendekatan yang digunakan bercirikan holistik, yang melingkupi aspek personal dan konteks-nya. Secara khusus, peta jalan penelitian ini memberi atensi pada aspek sosio-budaya sebagai variabel yang memberi pengaruh pada akar persoalan dan sekaligus solusinya.
    2. Menitikberatkan kepada kelompok masyarakat yang beresiko tinggi. Sekalipun setiap individu memiliki potensi yang sama untuk menjadi kelompok beresiko tinggi, namun individu dalam tahap perkembangan anak, remaja, dan dewasa awal menjadi titik fokus dalam peta jalan penelitian ini. Memberi alternatif solusi yang sesuai dengan kajian masalahnya, khususnya yang berasal dan bersumber dari pengetahuan lokal dengan mengoptimalkan sumber daya lingkungan dan manusianya, pun termasuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait.
    3. Menghasilkan nationally accredited dan internationally high-quality research paper.
    4. Kebijakan. Menghasilkan riset yang berkualitas yang bisa menjadi referensi pengambil kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan isu kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis.
  3. Isu
    1. Perilaku sosial dan kesehatan mental-kesejahteraan psikologis
    2. Kesehatan mental-kesejahteraan psikologis di institusi pendidikan
    3. Kesehatan mental-kesejahteraan psikologis di antara pekerja kesehatan
  4. Dimensi
    1. Epidemiologi kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis
    2. Pendekatan yang berbasis pengetahuan lokal
  5. Matriks fokus dan domain penelitian
Health issues Identifikasi dan pengumpulan data dasar (TTS, Getasan dan Tomohon) Penyusunan dan pembuatan alat ukur Aplikasi alat ukur Evaluasi dan pembuatan model Aplikasi model
Perilaku sosial dan kesehatan mental-kesejahteraan psikologis Data dasar Perilaku sosial yang berhubungan dengan status kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis (tahun 1) Konsep kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis menjadi dasar penyusunan alat ukur (tahun 2) Menguji validitas dan reliabilitas alat ukur baru (tahun 2) Berdasarkan alat ukur yang baru, dilakukan pengumpulan dan analisa data untuk menyusun model baru (tahun 3) Menerapkan dan evaluasi model (tahun 3)
Kesehatan mental-kesejahteraan psikologis di institusi pendidikan Data dasar isu kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis di institusi pendidikan (tahun 1) Identifikasi model intervensi yang sudah ada di institusi pendidikan (tahun 2) Pembuatan alat ukur dan uji validitas dan reliabilitasnya (tahun 2) Penerapan alat ukur baru, analisa data, dan penyusunan model promkes mental yang kontekstual (tahun 3) Evaluasi model promkes mental yang baru (tahun 3)
Kesehatan mental-kesejahteraan psikologis di antara pekerja kesehatan Identifikasi isu kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis di antara tenaga kesehatan (tahun 1) Analisa komparatif faktor penyebab dan status kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di tiga daerah binaan (tahun 2) Penyusunan model intervensi untuk meningkatkan staus kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di tiga daerah binaan (tahun 2) Pelaksanaan model intervensi yang baru (tahun 3) Evaluasi model intervensi yang baru (tahun 3)

PETA JALAN RISET FOKUS INOVASI PANGAN

  1. Rasional
    Terdapat beberapa alasan rasional yang menjadi basis fokus riset ini, yaitu:

    1. Paradigma mengenai pangan dan makanan, terutama mengenai aspek penampilan, inovasi, keragaman, kemutakhiran, teknologi proses, dan nilai gizi makanan.
    2. Melimpahnya sumber daya alam Indonesia yang belum tergali dan termanfaatkan, baik sumber daya terestrial maupun maritim.
      1. Kesesuaian dengan RIRN 2015-2045 dan RIP UKSW 2015-2045 yaitu:
        RIRN2015-2045:

        1. Kemandirian Pangan
          Teknologi Pascapanen

          1. Diversifikasi dan hilirisasi produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan
          2. Penguatan agroindustri berbahan baku sumber daya lokal
        2. Kemaritiman
          Teknologi pemanfaatan sumber daya maritime
          Eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut
        3. Pengembangan Teknologi kesehatan dan Obat
          Teknologi kemandirian bahan baku obat
          Sertifikasi jamu dan herbal, teknologi produksi pigmen alami

        RIP UKSW 2015-2045:
        Sumber daya khas Indonesia dan kedaulatan pangan, poin b dan d, yaitu pemanfaatan sumber daya laut dan perairan lainnya di Indonesia serta inovasi pangan lokal Indonesia. Untuk bidang kesehatan, menyasar secara khusus di poin c, yaitu indikator kimia, biokimia, dan molekuler dalam kesehatan.

  2. Tujuan
    1. Meningkatkan pemahaman ilmu terkait inovasi pangan
    2. Meningkatnya publikasi ilmiah berkualitas terkait bidang inovasi pangan
    3. Hilirisasi produk, yang dapat tertuang dalam paten, produk inovatif, maupun merk dagang.
  3. Isu
    1. Reaksi Maillard, dengan sub-tema: reaksi Maillard dalam inovasi pangan
    2. Bahan Makanan, Gizi dan Makanan, dengan sub-tema: Pengembangan produk pangan lokal dan Pigmen almi dari biota laut.
    3. Perilaku makan, dengan sub tema: Kenikmatan makan, selera makan, dan persepsi.
  4. Peta jalan penelitian

    Fokus riset yang lain akan dikembangan seiring dengan perkembangan sumber daya, kapasitas dan kemampuan penelitian, sarana prasarana, dan dana yang tersedia.
  1. Topik dan fokus penelitian
    Topik penelitian yang tengah digeluti saat ini yaitu:

    1. Pengembangan metode deteksi kualitas the menggunakan Near Infrared (NIR) Spectroscopy.
    2. Pengembangan metode pengukuran kadar berbagai karbohidrat pada buah tropis berdasarkan pola spektra pada NIR spektroskopi.
    3. Eksplorasi dan karakterisasi bakteri simbion penghasil pigmen alami pada ekosistem terumbu karang di Indonesia.

 

Salatiga, 25 April 2017

Koordinator PPM FKIK

Yulius Y. Ranimpi, M. Si, PhD., Psikolog