Mahasiswa Ikuti Kuliah Tamu “Program Koperasi Merah Putih”

Salatiga, 2 Desember 2025 – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar kegiatan pemaparan kebijakan pembangunan di Balairung UKSW, yang menghadirkan Ferry Juliantono sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa sebagai fondasi utama untuk membangun kemandirian ekonomi nasional.

Ferry menjelaskan bahwa koperasi desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat karena berada langsung di sektor produksi serta melibatkan warga desa sebagai pelaku utama. Menurutnya, koperasi bukan hanya alat distribusi, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang memungkinkan hasil produksi lokal dikelola dan dipasarkan secara mandiri oleh masyarakat desa.

Lebih lanjut, ia mengulas dinamika ekonomi nasional pasca krisis 1998 yang dinilai membawa dampak besar terhadap peran negara dalam pengelolaan sektor-sektor strategis. Berbagai kesepakatan dengan lembaga internasional dianggap membatasi ruang gerak pemerintah dalam mengintervensi perekonomian, sehingga menyebabkan banyak sektor melemah dan desa semakin tertinggal.

Dalam paparannya, Ferry juga memaparkan kondisi riil desa di Indonesia yang masih memprihatinkan. Ribuan desa belum menikmati akses listrik, belasan ribu desa belum tersentuh jaringan internet, dan banyak desa nelayan yang belum memiliki fasilitas pendukung seperti pasokan bahan bakar, pabrik es, serta stasiun pengisian BBM. Ia menilai lemahnya kehadiran negara membuat sejumlah wilayah desa justru dikendalikan oleh aktor non-negara, sehingga kemiskinan sulit diputus.

Sebagai solusi, pemerintah tengah mendorong Program Koperasi Desa Merah Putih sebagai langkah percepatan pembangunan desa. Hingga kini, lebih dari 24 ribu titik pembangunan telah terealisasi, sementara sekitar 17 ribu titik lainnya masih dalam proses. Seluruh fasilitas tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada Maret–April mendatang. Nantinya, koperasi desa akan dilengkapi dengan berbagai unit layanan seperti gerai sembako, apotek dan klinik desa, gudang penyimpanan, serta unit simpan pinjam yang terintegrasi dengan sistem pendukung logistik nasional.

Ferry turut mengajak UKSW dan perguruan tinggi lainnya untuk terlibat aktif dalam program ini melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapkan dapat mengambil peran dalam pendampingan koperasi desa, baik pada aspek manajerial, produksi, maupun pengembangan usaha. Ke depan, desa juga didorong untuk memproduksi berbagai barang secara mandiri seperti produk pangan olahan yang dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi.

Melalui program ini, Ferry berharap akan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru di desa yang mampu menciptakan pemerataan pembangunan. Selain mengurangi ketergantungan masyarakat pada praktik ekonomi yang memberatkan seperti rentenir dan layanan paylater, koperasi juga diharapkan menjadi wadah pengelolaan potensi desa, termasuk di sektor pertambangan rakyat, perkebunan, dan energi berbasis komunitas. (Kontributor: Marvel-Teks&Foto).

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp