Kick-Off Penelitian Kolaborasi Internasional Antardisiplin Manusia dan Budaya Neolitik di Lembata

Setelah melalui perencanaan yang panjang, akhurnya Tim Peneliti Internasional yang terdiri dari Tim Peneliti dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Centre for Prehistory and Austronesian Studies (CPAS) Jakarta, Peking University Beijing China, dan Fujian Provincial Institute of Archaeological Research mengawali penelitian lapangan yang bertajuk Archaeological Excavation and Multidisciplinary Investigation of Neolithic Coastal Settlements on Lembata Island, Indonesia. Penelitian yang berlokasi di beberapa lokasi di Lewoleba ini menjadi langkah awal kolaborasi multidisiplin dalam mengungkap kehidupan masyarakat pesisir pada masa Neolitik di Pulau Lembata.

Foto bersama Dekan FIK, Tim Peneliti dari Indonesia, Tim Peneliti dari China dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata

Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 28 Juli 2026, dengan kunjungan audiensi kepada Pemerintah Kabupaten Lembata yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Lembata Bapak Paskalis Ola Tapo Bali, A.P., M.T., Dinas Kebudayaan Kabupaten Lembata  Bapak Apolonaris Mayan S.Pd, dan Polres Lembata  diwakili oleh Wakil Kepala Polres Lembata, Bapak Muhammad Fakhruddin, S.Sos., M.Hum., CIAS,CELM,CPPSDM. Pertemuan tersebut bertujuan menyampaikan rencana penelitian sekaligus memperoleh dukungan dan perizinan pelaksanaan survei serta ekskavasi arkeologi. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan penelitian berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun pelestarian warisan budaya daerah.

Foto bersama dengan Wakil Kepala Polres Lembata, Bapak Muhammad Fakhruddin, S.Sos., M.Hum., CIAS,CELM,CPPSDM

Penelitian ini juga melibatkan beberapa peneliti dari lembaga-lembaga relevan di NTT, yakni Fatin Adilia, S.Ark dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVI dan Erna Sari Kurata, S.S dari UPTD Museum Daerah Provinsi NTT. Sehubungan dengan hal ini pada senin tanggal 27 Juli 2026,  Prof. Truman Simanjuntak bersama Dr. Ferry F. Karwur melakukan perkunjungan ke Museum Arkeologi Propinsi NTT di Kupang dan berjumpa dan melakukan perbincangan dengan Kepala UPTD Museum Daerah Provinsi NTT, Bapak Meffiboset E.I. Bollu Eoh, SH serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVI, Bapak Haris Budiharto,S.S., M.Hum.

Proses pembuatan Layout Ekskavasi

Temuan pecahan Gerabah

Adapun tim peneliti yang terlibat dan asal usul lembaga adalah Prof. Truman Simanjuntak; Hamdan Hamdo, S.Sos, M.Hum; Aldhi Wahyu Pratama, S.Ark; Laurensius Pramanta Kumaradatu, S.Si; Lutmawan Ardiyanto, A.Md dan Anis Kurniasih, S.T., M,T merupakan tim dari CPAS. Tim peneliti dari UKSW diantaranya Ir. Ferry F Karwur, M.Sc., Ph.D; Dr. R. L. N. K Retno Triandhini, M.Si, R. Trikoriyanto E. Koritelu M.Gz; Gelora Mangalik, S.Gz., M.Si., Dietisien; Ns. Surtania, M.Kep; dan Mirza Ansori, Ph.D. Sedangkan, tim dari China adalah Dr. Zhenghua Deng dari Peking University bersama dengan 4 mahasiswa Ph.D yaitu, Zongxiang Fan, Yanjiang Li, Yiheng Liu, Yuxi Liang serta melibatkan peneliti dari Fujian Provincial Institute of Archaeological Research yaitu Changfu Wei

Memasuki hari kedua, Rabu, 29 Juli 2026, tim peneliti mulai melakukan survei lapangan dan penentuan titik penelitian melalui pembuatan layout area ekskavasi. Proses ini meliputi penyusunan sistem grid yang akan digunakan sebagai acuan penggalian pada tahap berikutnya. Melalui penelitian kolaboratif ini, diharapkan dapat diperoleh data arkeologi yang komprehensif guna memperkaya pemahaman tentang permukiman pesisir Neolitik di Indonesia sekaligus memperkuat jejaring riset internasional yang melibatkan FIK UKSW.

Foto bersama Tim Peneliti dengan Tenaga Lokal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp

Most Popular: