FIK Terlibat Penelitian Patiayam

Tanggal 4 – 24 November, Center Prehistoric Austronesia Studies (CPAS) dan Yayasan Dharma Bakti Lesytari yang di dukung oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Universitas Erlangga (UNAIR), dan Balai Pelestarian Budaya IX dan X, kembali melakukan penelitian di Situs Ngasinan, Patiayam-Kudus. Penelitian selama tiga minggu ini, kembali mengadakan penggalian fosil, penyelamat, dan pencetakan fosil.

Kegiatan selama 3 minggu ini diikuti oleh 2 dosen dari FIK UKSW yakni Ir Ferry F Karwur, M.Sc., Ph.D, dan Dhanang Puspita M.Sc. FIK UKSW juga mengutus seorang mahasiswa untiuk ikut terlibat dalam penelitian ini, yang berasa dari Program Studi Gizi yakni Oktavia Dwi Hastuti. Keterlibatan mahasiswa ini sangat penting, karena agar bisa memberikan pengalaman lapangan, hal yang sama di lakukan oleh UGM dan Unair.

Ekskavasi Fosil; sejak tahun 2023 penggalian fosil dilakukan, yang kemudian dilanjutkan dengan pencetakan fosil. Fosil cetakan nantinya akan ditempatkan di kokasi penggalian, sedangkan fosil insitu akan diangkat untuk disimpan di museum guna penelitian lebih lanjut. Oktavia dan Dhanang melakukan proses penggalian sekaligus proses penyelamatan fosil. Lokasi penggalian ini nantinya akan dijadikan museum situs untuk kunjungan wisatawan dan para pelajar dan mahasiswa untuk proses pembelajaran.

Dhanang menyusun laporan rekomendasi dari hasil penelitian sebagai kebijakan program kegiatan agar selaras dengan konservasi lahan dan situs. Oktaviani melakukan penyusunan laporan penelitian yang akan dicetak dan diserahkan ke beberapa pemangku kebijakan. Selian itu, Dhanang juga melakukan studi vegetasi, dan kali ini mengarah pada bioprospeksi yakni potensi ekonomi dari setiap flora yang ada di Patiayam.

Diskusi pakar. Pada kegiatan ini, Dhanang melakukan presentasi tentang Vegetasi di Patiayam di depan Dr Lestari Moerdijat (wakil ketua MPR dan Yayasan Dharma Bakti Lestari) serta Bupati Kudus (Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T.) Sama halnya yang dilakukan Ferry F Karwur dan Rifatolistia Tampubolon. Dalam kegiatan ini juga dilakukan kunjungan lapangan bersama para pakar; Prof Sri Mulyaningsih, Prof Sutikno Bronto, Pak Suhartono, Prof François Sémah.

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp