Salatiga – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional VII Jawa Tengah sukses menyelenggarakan In-house Training Pelatihan Penguji Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada 23–27 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas penguji OSCE guna mendukung penjaminan mutu pendidikan profesi keperawatan di Indonesia.

Pelatihan diikuti oleh 31 peserta, yang terdiri atas 17 peserta dari berbagai institusi eksternal dan 14 peserta dari FIK UKSW. Peserta eksternal berasal dari Universitas Telogorejo Semarang (4 peserta), Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (3 peserta), Universitas Kusuma Husada (5 peserta), STIKES Estu Utomo (1 peserta), Universitas Kurnia Jaya Persada, RSUP Dr. Kariadi Semarang (1 peserta), RSD KRMT Wongsonegoro Semarang (1 peserta), serta RS Roemani Muhammadiyah Semarang (1 peserta).
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua AIPNI Regional VII Jawa Tengah, Dr. M. Fatkhul Mubin, M.Kep., Sp.J, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan standardisasi penguji OSCE sebagai bagian dari upaya menghasilkan lulusan profesi keperawatan yang kompeten. Pelatihan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan FIK UKSW, Priska Lydia Pulungan, S.Pd., M.M., Ph.D., yang menyampaikan komitmen FIK UKSW untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan kesehatan.

Pelatihan menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang pendidikan keperawatan dan penyelenggaraan OSCE nasional, yaitu Dr. Tuti Herawati, S.Kp., M.N. (AIPNI Pusat), Prof. Arum Pratiwi, S.Kp., M.Kes., Ph.D. (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Dr. Ns. Yunie Armiyati, M.Kep., Sp.Kep.MB (Universitas Muhammadiyah Semarang), serta Ns. Sukarno, M.Kep. (Universitas Ngudi Waluyo). Melalui materi yang komprehensif dan berbasis praktik, para peserta memperoleh pemahaman mengenai standar pelaksanaan OSCE, teknik penilaian objektif, serta kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang penguji.

Selama lima hari pelaksanaan, kegiatan diselenggarakan secara hybrid, mengombinasikan pembelajaran daring melalui Zoom Meeting dengan sesi praktik dan simulasi secara luring di Laboratorium Praktik dan Laboratorium OSCE FIK UKSW serta Grha Kartini. Pada sesi praktik, peserta terlibat langsung dalam simulasi sebagai penguji maupun peserta uji sehingga mampu memahami proses asesmen OSCE secara menyeluruh sesuai standar nasional.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Diskusi interaktif, praktik langsung, serta simulasi yang dilakukan memberikan pengalaman nyata dalam mengembangkan kompetensi sebagai penguji OSCE. Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antar institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas evaluasi kompetensi mahasiswa profesi keperawatan.

Ketua Pelaksana, Ns. Venti Agustina, S.Kep., MAN., Sp.Kep.K, menyampaikan bahwa fasilitas dan sarana prasarana yang dimiliki FIK UKSW menjadi salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Menurutnya, keberadaan laboratorium praktik dan Laboratorium OSCE yang representatif membuka peluang besar bagi FIK UKSW untuk berkembang sebagai pusat penyelenggaraan uji OSCE nasional di masa mendatang.

Melalui penyelenggaraan In-house Training ini, FIK UKSW kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tenaga kesehatan melalui kolaborasi dengan organisasi profesi dan institusi pendidikan. Diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan penguji OSCE yang profesional, objektif, dan kompeten sehingga mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lulusan pendidikan profesi keperawatan di Indonesia.




