Salatiga, 19 Juni 2026 – Program Student Exchange tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik dan pengalaman lintas budaya, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut diwujudkan oleh empat mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang sedang mengikuti program student exchange di Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026.

Keempat mahasiswa tersebut, yaitu Nenci Maria Sofia Sarmento, Floranessa Christina Sio, Wismael Disa Alfamaylania, dan Magdalena Zihan Edwa, telah menjalani proses pembelajaran selama hampir satu semester sekaligus beradaptasi dengan lingkungan akademik dan budaya yang baru. Selain mengikuti kegiatan perkuliahan, mereka juga terlibat aktif dalam berbagai program pengabdian masyarakat yang bertujuan mengimplementasikan ilmu kesehatan secara langsung kepada masyarakat.

Magdalena Zihan Edwa berkesempatan terlibat dalam kegiatan edukasi kesehatan bertema Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang diselenggarakan di SMK Batik Surakarta. Dalam kegiatan tersebut, Magdalena memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan stres sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi GERD. Para peserta juga diajak mempraktikkan berbagai teknik sederhana untuk mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini turut memanfaatkan aplikasi GerdCare, sebuah inovasi yang dikembangkan oleh tim Universitas Duta Bangsa di bawah pimpinan Ns. Muzaroah Ermawati Ulkhasanah, S.Tr.Kep., M.Tr.Kep. Aplikasi tersebut berfungsi sebagai pengingat waktu makan sekaligus media pencatatan gejala GERD yang dapat membantu penderita dalam memantau kondisi kesehatannya.

Sementara itu, Wismael Disa Alfamaylania berpartisipasi dalam kegiatan edukasi kesehatan mengenai urolitiasis atau batu saluran kemih yang ditujukan kepada kelompok lanjut usia di Desa Klenisan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Melalui kegiatan ini, para lansia memperoleh pemahaman mengenai faktor risiko, pencegahan, serta pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Edukasi dilakukan secara interaktif dengan mengajak peserta melakukan latihan peregangan tubuh setiap pagi serta membangun kebiasaan hidup sehat melalui pola makan dan konsumsi cairan yang cukup guna mengurangi risiko terjadinya gangguan pada sistem perkemihan.

Di lokasi yang berbeda, Floranessa Christina Sio melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai Diabetes Mellitus sekaligus pemeriksaan kadar gula darah bagi masyarakat di Posyandu Gambiran, RT 03/RW 03, Cemani, Grogol, Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengendalian faktor risiko diabetes. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam mengikuti penyuluhan maupun pemeriksaan kesehatan yang disediakan.
Menariknya, mahasiswa internasional FIK UKSW asal Timor-Leste, Nenci Maria Sofia Sarmento, memperoleh kesempatan untuk menjadi narasumber dalam Program Edukasi Kesehatan PKK di Desa Ngringin RT 01/RW 07, Kelurahan Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Pada kesempatan tersebut, Nenci membawakan materi bertajuk “Masyarakat Cerdas Mengenal Systemic Lupus Erythematosus (SLE)”. Dalam pemaparannya, Nenci menjelaskan secara komprehensif mengenai penyakit autoimun yang masih relatif kurang dipahami oleh masyarakat luas tersebut. Ia mengulas faktor risiko, gejala, serta pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat dalam mendukung kualitas hidup penyandang SLE. Penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif membuat peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan. Kegiatan semakin meriah dengan sesi ice breaking dan permainan edukatif yang dipandu langsung oleh Nenci.

Keterlibatan mahasiswa FIK UKSW dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa program student exchange tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu kesehatan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan berharga untuk mengembangkan keterampilan profesional, komunikasi lintas budaya, serta memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.



