Jabaran Fokus Penelitian Kelompok Riset
Fokus penelitian Kelompok Riset Manajemen Risiko Kesehatan meliputi isu-isu seperti berikut:
- Perilaku kesehatan mental-psikososial
- Perawatan kesehatan berbasis kearifan lokal
- Manajemen kesehatan pada Pasien dengan penyakit menular
- Transisi Pangan,
- Kebiasaan makan
- Intervensi Kesehatan Kelompok berisiko tinggi (Lansia, anak-Remaja, minoritas gender dan seksualitas, perempuan)
Adapun area penelitian dari tiap isu-isu Kesehatan di atas meliputi:
- Lingkungan
- Sosial-kultural dan habit
- Health Practices
- Perawatan lokal
- Pengetahuan lokal
- Kebijakan Kesehatan
- Promotif-Preventif pada penyakit menular, penyakit tidak menular dan kebiasaan makan
- Food and eating practices
- Pangan Lokal
- Petugas Kesehatan
Sinopsis/alasan keberadaan kelompok Riset
Di abad ke-20, tantangan terhadap sistem kesehatan muncul akibat adanya bentuk-bentuk baru dari sistem sosial yang mengubah semua aspek kehidupan, baik dalam level pengetahuan maupun kebiasaan (Beck et al., 2003). Kesehatan menjadi simbol dari pengambilan risiko, dari pilihan dan keputusan. Keadaan tersebut menimbulkan peningkatan kecemasan, ketidakamanan, dan ketidakpastian gaya hidup (Woodman et al., 2015) dan meningkatkan risiko kesehatan, misalnya tidak terpenuhinya kebutuhan gizi, timbulnya risiko kesehatan mental, munculnya perawatan secara mandiri, dan penanganan pengobatan secara individual. Pengelolaan manajemen yang berada dalam ambivalensi tersebut menyebabkan kondisi dan anggapan sehat-sakit yang berlawanan, yang kemudian menumbuhkan pertanyaan penting tentang apa sehat itu sendiri. Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang masih lekat terhadap budaya memiliki sistem kesehatan tersendiri yang lebih sering tidak memiliki perangkat secara ilmah, tetapi aplikasinya telah muncul di berbagai konteks praktek kesehatan. Sehingga, menganalisis dan mengevaluasi bentuk-bentuk ambivalensi itu menjadi penting untuk memahami alasan logis perilaku dan praktik kesehatan yang ada di masyarakat saat ini.
Disisi lain, tidak meratanya infrastuktur Indonesia mengakibatkan risiko kesehatan tidak hanya muncul di daerah perkotaan, tetapi juga di kelompok miskin kota dan pedesaan. Keadaan tersebut diperparah oleh perbedaan sosial-ekonomi, ketidakseimbangan antara pembangunan dan lokalitas, bergesernya nilai-nilai dalam masyarakat, dan kehilangan inti dari budaya (Jiang, 2020). Tidak hanya dari segi individu, tetapi transformasi yang terjadi secara institusional dan prinsipal juga mengancam dari segi lingkungan dan sosial-budaya. Kenyataan bahwa berbagai penyakit muncul sebagai faktor risiko dan telah memiliki berbagai rekomendasi kesehatan, pada implementasinya, informasi itu tidak memberikan analisis yang jelas terhadap kelompok yang benar-benar berisiko terhadap penyakit tertentu. Selain itu, apakah pengetahuan kesehatan yang muncul saat ini sudah dapat dijustifikasi dan menjadi kebijakan untuk melakukan intervensi? Maka, perlu adanya bentuk-bentuk intervensi kesehatan yang berpusat pada pengembangan dan membangun kembali masyarakat mandiri, sampai adanya kebijakan yang memiliki solidaritas akar rumput.
Tujuan
- Mengembangkan penelitian kolaboratif untuk menganalisis ambivalensi risiko kesehatan yang ada di masyarakat
- Mengembangkan penelitian kolaboratif yang memiliki daya guna untuk mengatasi risiko kesehatan
- Mengembangkan model manajemen risiko kesehatan
- Mengembangan inovasi terhadap penanganan risiko kesehatan, baik di masyarakat hingga kebijakan
Pemilihan lokasi dan metode penelitian
Risiko kesehatan yang tidak hanya mengancam daerah perkotaan, tetapi juga telah muncul di komunitas miskin kota dan pedesaan mendorong kelompok riset manajemen risiko kesehatan berpusat pada daerah-daerah berisiko. Daerah berisiko tersebut diartikan sebagai daerah yang berada dalam index kemiskinan multidimensi (Prakarsa, 2020), yang dilihat dari dimensi kesehatan, pendidikan, dan kualitas hidup/ standar hidup. Walaupun demikian, dilangsir dari Smeru (2019), walaupun tingkat kemiskinan menyurun di bawah 10% di tahun 2018, tetapi BPS mencatat adanya peningkatan kesejangan desa dan kota, yaitu 13.2:7. Faktor pekerjaan mayoritas di desa sebagai petani, menjadi faktor utama. Sehingga jenis pekerjaan pun menjadi penting untuk mengidentifikasikan dalam index kemiskinan. Selain itu, untuk mendorong munculnya intervensi yang bersinergis maka kelompok riset manajemen risiko kesehatan akan menggunakan metode penelitian yang berdasar pada community-based research.
Perencanaan kegiatan kelompok riset (Program dan rencana kerja tahunan)
Perencanaan kegiatan kelompok riset yang ditargetkan dalam rentang waktu tahun 2023-2027 digambarkan sebagaimana bagan berikut:
Perencanaan pengembangan kelompok riset
Kelompok Riset Manajemen Resiko Kesehatan dalam pengembangannya akan mencapai target:
- Adanya minimal 2 model intervensi yang dihasilkan untuk mengatasi risiko kesehatan dalam kurun waktu 1 tahun
- Adanya minimal 2 pengembangan dan implementasi yang dihasilkan dalam kurun waktu 2 tahun
- Adanya minimal 2 jurnal internasional dan 4 jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan setiap tahun
- Adanya minimal 1 buku yang diterbitkan setiap tahun
- Adanya minimal 1 bentuk inovasi delivery produk yang dilakukan setiap tahun