Sinopsis
Penyakit-penyakit gangguan metabolik kini merupakan persoalan Kesehatan utama secara global. Penyakit-penyakit tersebut terutama obesitas dan penyakit-penyakit yang terkait/berakar dari obesitas: penyakit-penyakit cardiovaskuler, Sindroma Metabolik & Diabetes Mellitus, serta penyakit-penyakit yang dicirikan atau penanda-penanda inflamasi dan tergolong ke dalam low-grade inflammatory diseases, a.l. hiperglikemia, hiperurisemia, dislipidemia, dan dysbiosis. Baik faktor genetic, faktor lingkungan, dan faktor antropometrik saling berinterasi menyebabkan atau berimplikasi pada kemunculan penyakit-penyakit gangguan metabolik. Riset Fokus 3: metabolic diseases, memberi perhatian pada issue-issue penting dari kelompok penyakit ini dengan menggali aspek-aspek epidemiologi, patologi, genetik, genetic-molekuler; pengembangan model intervesi perilaku, klinis, farmakologis, dan komunitas; serta pengembangan kebijakan publik dalam upaya-upaya pencegahan dan pengendalian penyakit-penyakit yang dimaksudkan.
Raison d'être: pembenaran ilmiah
Penduduk dunia tengah mengalami persoalan serius penyakit-penyakit gangguan metabolik, antara lain obesitas, hipertensi, sindroma metabolik, diabetes mellitus tipe-2, penyakit-penyakit kardiovaskuler, CHD, kanker dan artritis. Prevalensi global obesitas, DMT2, artritis gout berturut-turut mencapai 1,9 miliar orang (WHO, 2016), 380 juta (Zheng et al., 2018), dan prevalensi gout sangat beragam bergantung konteks daerahnya, yang tertinggi kawasan Asia-Oseania (>10%) dan di Negara Eropa Barat berkisat antara 1 – 4 % dari total penduduk (Kuo et., 2015). Prevalensi penanda—penanda klinis seperti hiperglikemia, hiperurisemiam dislipidemia, tentu prevalensinya jauh lebih besar.
Sifatnya yang meng-global serta tali-temali satu dengan yang lain, mengindikasikan bahwa walaupun secara klinis penyakit-penyakit metabolik tersebut berdiri sebagai entitas mandiri, namun secara etiologis, patofisiologis, komorbid, penyebab, dan faktor-faktor risiko menunjukkan adanya keterkaitan yang erat, terutama faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh. Namun pula penelitian-penelitian penapisan skala besar terhadap faktor-faktor yang terkait dengan penyakit-penyakit tersebut, menyimpulkan bahwa penyakit-penyakit tersebut sangat kuat dikendalikan oleh faktor genetik dalam interaksinya dengan faktor lingkungan dan faktor perilaku manusia.
Kelompok riset dalam rumpun penyakit-penyakit metabolik FKIK-UKSW dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan perhatian pada sejumlah issue penting (Lihat Daftar Publikasi 5 tahun terakhir) dan akan terus memberi kontribusinya dalam mendeskripsikan secara epidemiologis, faktor-faktor genetik dan lingkungan, aspek patofisiologi, patologi-klinis, intervensi klinis, intervensi farmakologis, intervensi perilaku, intervensi sistem layanan kesehatan, dan kebijakan publik.
Pokok-Pokok & Ruang Lingkup Penelitian
Kelompok penelitian Penyakit-Penyakit Metabolik FIK-UKSW memberi perhatian pada tema-tema utama berikut:
- Penyakit-penyakit gangguan metabolik: (1) Obesitas, Obesity-related diseases, terutama Sindroma Metabolik, Diabetes Mellitus Tipe-2; dan Fatty Liver Diseases (NAFLD), (2) Dislipidemia & Penyakit-Penyakit Kardiovaskuler (CVD); (3) Hiperurisemia, Artritis gout & Uric-acids related diseases; (4) Microbiome, Dysbiosis, dan Penyakit-Penyakit Metabolik; (5) Pain, Inflammation, Low-Grade Inflammation, Immunometabolism, dan metabolic diseases.
- Studi-studi epidemiologi penyakit-penyakit gagguan metabolik di Indonesia, dengan memberi perhatian pada aspek keunikan dan keragaman manusia, sejarah penghunian dan kelompok manusia, latar-belakang suku, demografis dan geografis.
- Keanekaragaman morfopatologik & aspek genetik, patogenetik, genetik-molekuler, farmakomolekuler, interaksi gen, lingkungan dan epigenetik. khususnya obesitas, CVD, dislipidemia, DMT-2, MetS, dan hiperurisemia serta artritis gout.
- Penanda-penanda metabolik: hiperglikemia, hiperurisemia, dislipidemia, hyperinsulinemia, resistensi insulin, inflamasi jaringan, dan disfungsi jaringan adiposa, dysbiosis.
- Studi-studi mikrobioma, khususnya mikrobiom usus dan sistem pencernaan pada penderita penyakit-penyakit gangguan metabolik, khususnya obesitas, dislipidemia, DMT-2, MetS, dan hiperurisemia serta artritis gout.
- Social and environmental context of metabolic diseases: social determination of metabolic diseases, social anthropology of metabolic diseases (for ex. Ethnography of metabolic diseases), network medicine.
- Penyakit gagguan metabolik, Inflammageing & COVID-19. Pelajaran yang berarti dari pandemi COVID-19 adalah tersingkapnya suatu hubungan yang kuat antara COVID-19 dan PTM pada kematian, Hal ini mendorong kelompok peneliti ini memberi perhatian lebih serius pada studi inflamasi, low-grade inflammation, dan nyeri terhadap obesitas, CVD, dislipidemia, DMT-2, MetS, dan hiperurisemia serta artritis gout; dan bagaimana penyingkapan terus atas hubungan antara PTM dan COVID-19. Issue-issue pokok yang penting antara lain peranan inflamasi, low-grade inflammation pada patogenetik, patofisiologi dari PTM dimaksud. Pengembangan intervensi klinis dan non-klinis (budaya, psikologi), maupun intervensi keperawatan menjadi prioritas penting.
- Perilaku, perubahan perilaku, dan intervensi perilaku baik dalam konteks populatif, masyarakat, individu, dan dalam setting sistem layanan Kesehatan.
- Pendekatan dan konteks klinis-individual terhadap penyakit—penyakit obesitas; CVD, dislipidemia; DMT-2; Sindroma metabolik; hiperurisemia dan artritis gout. Intervensi dimaksudkan dapat berupa intervensi klinik-medik, intervensi keperawatan (caring), farmakologik, dietary, dan gaya hidup.