Kegiatan diseminasi hasil riset yang dilaksanakan di Probowinoto Room, Lantai 5 Gedung GUniversitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menjadi wadah ilmiah yang mempertemukan kajian genetika molekuler dengan isu kesehatan masyarakat yang kontekstual di Indonesia. Pada kesempatan ini, dipaparkan hasil penelitian berjudul “Alcohol Drinking in Indonesia and ALDH2 Gene Polymorphism in East Asia and Southeast Asia” dengan penulis utama Mr. Jerry Ferry Langkun, M.Si

Dalam paparannya, diamana mengkaji fenomena Asian flush, yaitu reaksi kemerahan pada wajah setelah konsumsi alkohol, yang secara ilmiah berkaitan dengan defisiensi enzim ALDH2 akibat variasi genetik pada gen Aldehyde Dehydrogenase 2 (ALDH2). Dijelaskan bahwa enzim ALDH2 memiliki peran krusial dalam metabolisme asetaldehida, senyawa toksik hasil pemecahan alkohol, sehingga gangguan pada enzim ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Hasil riset menunjukkan bahwa meskipun fenomena Asian flush umum ditemukan pada populasi Asia Timur dan berkaitan erat dengan polimorfisme genetik SNP rs671, kondisi serupa juga ditemukan pada beberapa kelompok etnis di Indonesia. Menariknya, kejadian ini tidak sepenuhnya sejalan dengan distribusi SNP rs671, sehingga mengindikasikan adanya kemungkinan variasi genetik lain (non-rs671 SNP) yang berperan dalam memicu reaksi tersebut pada populasi Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti bahwa konsumsi alkohol yang cukup tinggi di beberapa wilayah Indonesia, seperti Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Papua Barat, berpotensi meningkatkan risiko penyakit, terutama jika dikombinasikan dengan defisiensi ALDH2.

Paparan hasil riset ini mendapatkan respons yang sangat positif dari peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Tingginya ketertarikan terlihat dari diskusi yang aktif, pertanyaan kritis, serta antusiasme dalam memahami keterkaitan antara faktor genetik, perilaku konsumsi alkohol, dan risiko kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa topik yang diangkat memiliki relevansi tinggi baik secara akademik maupun dalam konteks kesehatan masyarakat.
Dampak kegiatan ini bagi UKSW sangat signifikan, khususnya dalam memperkuat kapasitas akademik di bidang biologi molekuler dan kesehatan berbasis genomik. Selain itu, kegiatan ini mendorong pengembangan riset lanjutan yang lebih kontekstual terhadap populasi Indonesia, serta memperkuat posisi UKSW sebagai institusi yang unggul dalam integrasi ilmu dasar dan aplikasi kesehatan masyarakat. Secara strategis, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendekatan berbasis bukti (evidence-based) dalam memahami dan menangani permasalahan kesehatan di Indonesia.