UISPP Symposium 12: Whole Genome Analysis of Neolithic to Iron Age Human Remains Excavated from Gua Harimau Cave Site, Indonesia

Kegiatan diseminasi ilmiah yang dilaksanakan tanggal 2 November 2025 di Probowinoto Room, Lantai 5 Gedung G Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menghadirkan paparan riset mutakhir di bidang genetika populasi manusia purba yang berhasil menarik perhatian sivitas akademika. Kegiatan ini mengangkat hasil penelitian berjudul “Whole Genome Analysis of Neolithic to Iron Age Human Remains Excavated from Gua Harimau Cave Site, Indonesia” yang dipaparkan oleh Mr. Hideaki Kanzawa Kiriyama.

Dalam paparannya, penulis utama menjelaskan hasil analisis genom terhadap 18 sampel manusia purba yang berasal dari situs Gua Harimau, Sumatra, yang berasal dari periode Neolitik hingga Zaman Logam. Penelitian ini menggunakan pendekatan whole genome analysis untuk mengungkap latar belakang genetik populasi masa lalu di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Hasil riset menunjukkan bahwa sebagian besar individu memiliki haplogrup DNA mitokondria yang umum ditemukan pada populasi Asia Tenggara modern, Filipina, dan kelompok Aborigin Taiwan. Temuan ini mengindikasikan adanya pengaruh kuat dari ekspansi Austronesia pada periode Neolitik. Namun demikian, ditemukan pula dua individu dengan haplogrup R* dan M* yang merepresentasikan jejak genetik populasi asli yang telah ada sejak periode Pleistosen. Analisis genom nuklir lebih lanjut mengungkap bahwa mayoritas individu dari periode Zaman Logam memiliki kedekatan genetik dengan populasi Austronesia modern, sementara satu individu menunjukkan keterkaitan dengan populasi kuno dari Kepulauan Andaman, Laos, dan Malaysia. Temuan ini menegaskan bahwa populasi di situs Gua Harimau merupakan hasil percampuran kompleks antara populasi lokal asli Asia Tenggara dengan kelompok migran dari Tiongkok Selatan dan Taiwan.

Paparan hasil riset ini mendapatkan respons yang sangat positif dari peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Tingginya minat terlihat dari keaktifan peserta dalam diskusi, pertanyaan kritis, serta ketertarikan terhadap metode analisis genom yang digunakan. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam memahami sejarah manusia dan implikasinya terhadap ilmu kesehatan dan antropologi.

Dampak dari kegiatan ini bagi UKSW sangat signifikan, terutama dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset dan kolaborasi internasional. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang pengembangan penelitian lanjutan di bidang genetika, antropologi, dan kesehatan berbasis populasi. Secara strategis, kegiatan ini turut meningkatkan posisi UKSW sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global serta mampu menjadi pusat unggulan dalam pengembangan riset interdisipliner.

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp